KOTA SERANG – Paparan asap rokok selama masa kehamilan menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting pada anak. Kebiasaan merokok di dalam rumah, khususnya saat istri sedang hamil, berisiko besar menghambat tumbuh kembang janin. Dampak semakin parah jika ibu hamil terus-menerus menghirup asap rokok dari suaminya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan, mengingatkan bahwa masalah stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat.
“Keluarga harus sadar pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk menjadikan kebiasaan merokok sebagai sesuatu yang dilakukan di luar rumah,” ujar Anthon, Senin (21/7/2025).
Selain faktor rokok, Anthon menyoroti persoalan sanitasi yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Serang. Banyak keluarga belum memiliki akses terhadap MCK layak dan air bersih. Kondisi ini memperbesar risiko kesehatan ibu dan anak, yang berujung pada masalah stunting.
“Banyak masyarakat yang masih tinggal di rumah tanpa MCK sendiri, berbagi dengan tetangga, bahkan ada yang tidak memiliki akses air bersih. Ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.
Anthon menegaskan, upaya pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui intervensi sensitif dan spesifik. DP3AKB Kota Serang, lanjutnya, terus berfokus pada edukasi sejak dini—mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga orang tua yang memiliki balita.
“Kita berikan edukasi soal pentingnya makanan bergizi, cara menjaga kehamilan, dan pola hidup bersih dan sehat. Semua itu harus dilakukan berkelanjutan agar angka stunting bisa ditekan,” tambah Anthon.
Sebagai langkah konkret, DP3AKB Kota Serang intensif melakukan sosialisasi melalui kader posyandu, petugas lapangan, hingga kerja sama dengan kelurahan. Tujuannya, membangun kesadaran kolektif masyarakat agar pencegahan stunting bisa dimulai sejak dalam kandungan. (fra/red)






