Kamis, Februari 5, 2026
BerandaBantenAngka Kematian Ibu dan Anak di Pandeglang Diklaim Menurun

Angka Kematian Ibu dan Anak di Pandeglang Diklaim Menurun

PANDEGLANG – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam membenahi sektor kesehatan mulai membuahkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, tren Kematian Ibu dan Anak di Pandeglang diklaim mengalami penurunan yang konsisten dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Capaian ini menjadi angin segar bagi indeks kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang merilis catatan statistik yang menunjukkan grafik menurun. Untuk Angka Kematian Ibu (AKI), pada tahun 2023 tercatat sebanyak 30 kasus, kemudian menyusut menjadi 28 kasus di tahun 2024. Tren positif tersebut berlanjut hingga tahun 2025 ini, di mana jumlahnya turun menjadi 24 kasus.

Kondisi serupa juga terlihat pada data Angka Kematian Bayi (AKB). Meski sempat mengalami fluktuasi dengan 144 kasus di tahun 2023 dan melonjak ke 195 kasus pada 2024, namun pada tahun 2025 angka tersebut berhasil ditekan secara drastis menjadi 138 kasus.

“Walaupun angka penurunan kematian ibu dan bayi hanya sedikit tetapi sangat luar biasa,” ungkap Kepala Dinkes Pandeglang, Eniyati, usai menghadiri agenda Peningkatan Kapasitas Petugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKTRL) di Hotel S’Rizki Pandeglang, Senin (22/12/2025).

Strategi Penguatan Sistem Kesehatan Keberhasilan menekan angka Kematian Ibu dan Anak di Pandeglang ini tidak terjadi secara instan. Eniyati menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan buah dari implementasi berbagai kebijakan strategis. Fokus utama diletakkan pada peningkatan kompetensi dan mutu para bidan sebagai garda terdepan, optimalisasi penanganan kondisi kedaruratan, serta pembenahan sistem rujukan agar lebih cepat dan efektif.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada aspek nutrisi dan pemantauan medis secara rutin. Hal ini dilakukan sejak fase awal kehamilan hingga masa-masa krusial setelah melahirkan.

“Dan pemberian asupan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan hingga masa nifas, serta bayi baru lahir,” tambah Eniyati menjelaskan rincian program tersebut.

Sinergi Lintas Sektoral dan Komitmen Pemerintah Senada dengan hal tersebut, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah tidak akan kendur dalam menjaga keselamatan ibu dan anak. Menurutnya, persoalan Kematian Ibu dan Anak di Pandeglang adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan campur tangan banyak pihak, bukan hanya institusi kesehatan semata.

Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan setiap ibu hamil mendapatkan layanan terbaik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan melalui pelatihan rutin menjadi salah satu pilar utama dalam visi kesehatan daerah.

“Upaya penurunan AKI dan AKB tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah, tapi diperlukan sinergi dan kolaborasi berbagai lintas sektir dalam penanganannya, baik medis maupun paramedis,” tegas Bupati Dewi Setiani.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa layanan kesehatan bagi ibu hamil serta ibu menyusui harus bersifat terpadu dan tidak terputus (berkesinambungan). Dengan adanya peningkatan kapasitas petugas, diharapkan standar pelayanan di FKTP maupun FKRTL dapat setara dan semakin berkualitas.

“Melalui kegiatan ini saya berharap seluruh petugas kesehatan dapat semakin profesional dan sigap dalam memberikan pelayanan, sehingga ibu hamil dan ibu menyusui merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang berharap tren penurunan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang melalui inovasi layanan kesehatan digital dan penguatan peran posyandu di tingkat desa. Dengan profesionalisme petugas yang terus diasah, target menuju zero accident pada persalinan di Pandeglang diharapkan bukan lagi sekadar impian. (red)

Berita Terkait
- Advertisment -
jasa pembuatan website

Terbaru