Kamis, Februari 5, 2026
BerandaBantenModernisasi Pertanian di wilayah Kelurahan Kepuh, Kelompok KKM-T 30 Untirta Hibahkan Alat...

Modernisasi Pertanian di wilayah Kelurahan Kepuh, Kelompok KKM-T 30 Untirta Hibahkan Alat Tabur Pupuk ke KWT Kepuh Lestari

CILEGON – Kelompok KKM-T 30 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon sukses menggelar kegiatan edukasi serta pengalokasian 5 (lima) unit alat penabur pupuk untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Kepuh Lestari, Jumat (30/1/2026). Kegiatan yang diprakarsai oleh beberapa mahasiswa dari Fakultas Pertanian ini sukses mengundang antusiasme warga, terkhusus ibu-ibu yang menjadi bagian dari KWT tersebut.

Ketua KKM-T Kelompok 30, Nabil Zahran, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap pola kerja petani lokal yang masih mengandalkan metode manual yang melelahkan.

“Kami ingin menghadirkan solusi konkret yang tidak hanya sekadar teori. Dengan alat penabur pupuk ini, kami berharap efisiensi kerja ibu-ibu KWT meningkat secara signifikan dan beban fisik mereka saat mengolah lahan dapat berkurang,” ujar Nabil

Senada dengan hal tersebut, Fanny, salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian yang terlibat, menjelaskan bahwa aspek edukasi menjadi pilar utama selain pemberian alat fisik. Menurutnya, transfer teknologi harus dibarengi dengan pemahaman cara kerja yang tepat agar alat tersebut awet dan berfungsi maksimal.

“Kami memberikan demonstrasi langsung mengenai kalibrasi alat agar persebaran nutrisi ke tanaman lebih merata dan tidak ada pupuk yang terbuang sia-sia,” jelas Fanny.

Di sisi lain, Aas Yuliana menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi lahan KWT. Ia melihat potensi besar di Kelurahan Kepuh yang perlu didukung dengan sentuhan teknologi tepat guna yang ramah pengguna.

“Inovasi ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh ibu-ibu. Fokus kami adalah bagaimana teknologi pertanian bisa masuk ke lingkup komunitas terkecil dengan cara yang sederhana namun berdampak besar,” tambah Aas.

Carissa Winanti, rekan setim lainnya dari Fakultas Pertanian, menyoroti keberlanjutan dari program pengabdian masyarakat ini. Ia berharap pemberian lima unit alat tersebut menjadi pemicu bagi KWT Kepuh Lestari untuk lebih produktif dalam memproduksi hasil tani yang berkualitas di masa depan.

“Harapan kami, alat ini menjadi langkah awal menuju mekanisasi pertanian yang lebih luas di tingkat kelurahan, sehingga semangat bercocok tanam warga terus terjaga,” tutur Carissa.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi simulasi penggunaan alat yang diikuti dengan antusias oleh para anggota KWT. Kehadiran mahasiswa KKM-T 30 Untirta di Kelurahan Kepuh membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata yang bermanfaat bagi kemandirian pangan lokal di Kota Cilegon.

Berita Terkait
- Advertisment -
jasa pembuatan website

Terbaru