
YOGYAKARTA, diksinews – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) menyalurkan bantuan 50 tangki air bersih dengan total volume sekitar 250.000 liter kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kalurahan Terbah, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (11/10/2026).
Bantuan ini berangkat dari keprihatinan HMP UGM terhadap kondisi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Bahkan, sebagian warga dikabarkan harus menjual hasil pertanian, seperti singkong, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Kondisi tersebut mendorong HMP UGM untuk hadir melalui penyaluran bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Ketua Umum HMP UGM, Norol Latifah, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Ia menyadari bahwa bantuan tersebut belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan, tetapi berharap air yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan sehari-hari warga.
“Kami merasa prihatin ketika mendengar bahwa ada masyarakat yang sampai harus menjual hasil pertanian, seperti singkong, untuk mendapatkan air bersih. Karena itu, kami merasa perlu berbuat dan membantu semampu kami. Mungkin bantuan ini belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang ada, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Kami juga berharap musim hujan segera tiba sehingga kekeringan ini berangsur berakhir dan warga lebih mudah mendapatkan air bersih,” ungkap Norol Latifah.
Ia juga turut menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Kemahasiswaan UGM atas fasilitasi anggaran yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana. Apresiasi juga diberikan kepada CSR Bimasakti atas dukungannya, Pemerintah Kalurahan Terbah yang telah menyambut baik kegiatan tersebut, serta seluruh tim HMP UGM dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penyaluran bantuan.

Dari total bantuan yang disiapkan, 175.000 liter air bersih disalurkan pada tahap awal, terutama untuk masyarakat Padukuhan Karang dan Kayugrit. Sementara itu, 75.000 liter sisanya direncanakan untuk disalurkan ke wilayah terdampak lainnya. Penyaluran dilakukan secara bertahap menggunakan armada tangki air menuju titik-titik penerima, termasuk permukiman warga, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, jumlah tangki yang dikirim setiap hari disesuaikan dengan kapasitas penampungan di masing-masing titik. Rata-rata, empat hingga lima tangki air dapat dikirimkan setiap hari, bergantung pada kapasitas tampung yang tersedia.
Lurah Terbah, Giyanto, menjelaskan bahwa kekeringan menjadi persoalan yang berulang di wilayahnya setiap musim kemarau. Dari enam padukuhan yang ada di Kalurahan Terbah, sejumlah wilayah mengalami dampak kekeringan cukup serius. Upaya penyediaan air melalui sumur bor yang telah dilakukan sebelumnya belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan warga ketika musim kemarau tiba.
“Selama musim penghujan, ketersediaan air masih cukup. Namun, ketika musim kemarau, air yang tersedia tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada HMP UGM dan seluruh pihak yang telah membantu warga kami. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan menjadi berkah bagi semua,” ujar Giyanto.
Ia berharap kerja sama dengan berbagai pihak dapat terus berlanjut untuk mengatasi persoalan kekeringan, termasuk melalui upaya yang lebih berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air tangki setiap musim kemarau.
Kepala Dukuh Karang, Purwanto, juga menyambut baik bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Kehadiran bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah terbatasnya ketersediaan air. Dukungan tersebut menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk memperoleh air bersih.
Selain bantuan air bersih, HMP UGM berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemerintah setempat dan berbagai pihak. Salah satu rencana tindak lanjut yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah penghijauan melalui penanaman pohon, termasuk pohon beringin, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mendukung kemampuan kawasan dalam menyimpan air.
Melalui kegiatan ini, HMP UGM juga berharap musim hujan segera tiba, ketersediaan air kembali membaik, dan masyarakat Kalurahan Terbah tidak lagi mengalami kesulitan serupa pada musim kemarau berikutnya.
















