CILEGON – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon menggelar kegiatan sosialisasi terkait penertiban serta pembagian nomor undian bagi lapak atau kios pedagang kaki lima (PKL) yang akan dipindahkan ke area hanggar Pasar Kranggot, pada Kamis (12/6/2025).
Kepala Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi rencana Pemerintah Kota Cilegon untuk merelokasi para pedagang yang berjualan di akses masuk dan keluar Pasar Kranggot. “Hari ini Kamis (12/6) melakukan sosialisasi penertiban PKL dan membagikan nomor undian kios untuk relokasi para pedagang di bahu jalan masuk dan keluar Pasar Kranggot,” jelasnya saat ditemui dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Andriyanti juga menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi baru berupa hanggar di depan area pasar untuk menampung para pedagang yang akan direlokasi. “Hanggarnya sudah kami siapkan dan kami sudah menentukan tempat untuk PKL berjualan,” ujarnya.
Setelah nomor undian kios dibagikan kepada para pedagang, langkah selanjutnya adalah melakukan penertiban secara bertahap. “Hari ini 190an tahap pertama di pintu masuk dan keluar pasar. Dan selanjutnya kita akan menertibkan pedagang di pintu masuk belakang Pasar Kranggot,” lanjutnya.
BACA JUGA : Pemkot Cilegon dan CUCAS Jalin Kerja Sama Pendidikan, Buka Akses Beasiswa Kuliah ke Tiongkok
Andriyanti menjelaskan bahwa proses relokasi ini akan dilaksanakan oleh tim khusus yang dikomandoi langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar. “Kita punya tim yang diketuai langsung pak Wali Kota (Robinsar) dan pak Asda, Dishub, Pol PP, DPUPR dan DLH. Jadi rencana relokasi itu tanggal 17 sampai 24 Juni 2025 kami yang akan menertibkannya dengan UPT dan petugas keamanan pasarnya,” terangnya.
Di sisi lain, salah seorang pedagang kaki lima di Pasar Kranggot, Eman, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemindahan ke hanggar pasar. “Tanggapan kalau layak sih kita sependapat, karena di situ ga layak. Kota bisa membeli tapi ga bisa menjual yah gimana lagi,” ucapnya.
Eman berharap agar Pemkot Cilegon mempertimbangkan lokasi yang lebih memadai bagi para pedagang kecil seperti dirinya. “Yah mohon ditempatkan di tempat yang layak lah untuk para pedagang seperti kami ini,” katanya. (red)






