JAM Coin Luncurkan JAM Coffee & Bakery, Perkuat Ekosistem Setelah Listing di GudangKripto

Kota Serang, diksinews – JAM Coin semakin memperkuat posisinya sebagai aset kripto berbasis utilitas nyata dengan mengumumkan secara resmi pencatatan (listing) tokennya di platform perdagangan aset digital GudangKripto. Pada saat yang sama, ekosistem JAM Coin juga diperluas melalui peluncuran JAM Coffee & Bakery, sebuah unit bisnis sektor riil yang mengintegrasikan penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

CEO JAM Coin, Andre Arthur, mengatakan peluncuran JAM Coffee & Bakery menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui integrasi teknologi yang dikembangkan JAM Coin, token tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat pembayaran dalam transaksi di jaringan usaha yang berada dalam ekosistemnya.

“Kita me-launching JAM Coffee and Bakery di mana ini adalah bagian dari ekosistem JAM Coin. Ini bisa digunakan untuk payment melalui fitur swap teknologi yang kita keluarkan dalam aplikasi JAM Street. Karena jarang kalau kita lihat token-token yang beredar sekarang ini memiliki nilai sosial, dan kita sendiri mendapatkan apresiasi akan hal itu,” ujar Andre usai Peluncuran JAM Coffee & Bakery di Kota Serang, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kehadiran bisnis sektor riil tersebut menjadi bukti konkret bahwa JAM Coin tidak hanya hadir sebagai aset digital, tetapi juga memiliki fungsi dan nilai ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh pengguna.

Di sisi lain, legalitas dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu fondasi utama yang memperkuat posisi JAM Coin di industri aset kripto nasional. Status token ini telah diakui dan tercatat pada lembaga bursa kripto resmi di Indonesia.

Vice President GudangKripto, Alexander Pattiasina, menegaskan bahwa JAM Coin telah memenuhi aspek legalitas yang diperlukan untuk diperdagangkan di pasar kripto nasional.

“Untuk legalitas sendiri, JAM Coin ini sudah terdaftar di dua bursa berbeda di Indonesia, yaitu CFX dan ICEx. Dengan demikian, JAM Coin itu salah satu token terbaik yang sudah terdaftar di dua bursa tersebut,” ungkap Alexander.

Listing di GudangKripto diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap JAM Coin sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek yang mengedepankan kombinasi antara teknologi blockchain dan sektor ekonomi riil.

Sementara itu, penguatan ekosistem juga didukung oleh strategi pengembangan komunitas berbasis ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu fokus utama JAM Coin. Pendekatan tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan jumlah pengguna dan pemegang token secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Ketua Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM), Johan Aripin Muba, mengungkapkan optimisme terhadap prospek jangka panjang JAM Coin yang ditopang oleh jaringan komunitas dan koperasi yang luas.

“Ini adalah koin masa depan, bukan koin receh yang kalian beli pagi lalu jual sore. Kami menargetkan pada tahun 2027 mencapai sekitar 2 hingga 2,2 juta holder melalui jaringan 26.000 koperasi di Jawa Barat, Banten, dan Lampung, untuk membawa ilmu menuju Indonesia Emas tahun 2045,” ujar Johan.

Melalui langkah strategis berupa listing di GudangKripto dan peluncuran JAM Coffee & Bakery, JAM Coin berharap dapat mempercepat literasi keuangan digital di kalangan anggota koperasi maupun masyarakat luas. Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto lokal yang tidak hanya mengedepankan inovasi teknologi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat Indonesia.

Berita Terkait
- Advertisment -
jasa pembuatan website

Terbaru