Kamis, Februari 5, 2026
BerandaBantenKereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi di Lintas Merak–Rangkasbitung

Kereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi di Lintas Merak–Rangkasbitung

NASIONAL – Layanan Kereta Petani dan Pedagang mulai beroperasi pada Senin (1/12/2025) di lintas Merak–Rangkasbitung. KAI Commuter menghadirkan layanan ini untuk membantu mobilitas petani dan pedagang dalam membawa hasil panen maupun barang dagangan dengan tarif yang lebih terjangkau.

Pada fase awal, tersedia 14 perjalanan setiap hari, seluruhnya mengikuti jadwal Commuter Line Merak, dengan tujuh perjalanan dari Stasiun Merak dan tujuh perjalanan dari Stasiun Rangkasbitung.
“Setiap harinya akan tersedia 7 perjalanan dari Merak dan 7 perjalanan dari Rangkasbitung, sesuai dengan jadwal Commuter Line Merak saat ini,” ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000. KAI Commuter juga menata ulang konfigurasi kursi, lorong, dan ruang untuk memberikan area yang lebih luas sehingga memudahkan penumpang membawa barang bawaan.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub, Arif Anwar, menegaskan bahwa tarif terjangkau menjadi instruksi langsung pemerintah.
“Kami instruksikan kepada KAI Commuter melalui skema PSO untuk mematok tarif Kereta Petani dan Pedagang pada harga Rp3.000 seperti tarif layanan Commuter Line Merak agar tidak memberatkan masyarakat,” jelas Arif dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).

Petani dan pedagang yang ingin memanfaatkan layanan ini diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu di loket dengan membawa identitas diri untuk memperoleh kartu khusus. Tiket perjalanan sudah dapat dibeli mulai H-7 sebelum keberangkatan.

KAI Commuter mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan tetap harus memenuhi aturan keselamatan. Barang mudah terbakar, hewan ternak, serta barang berbau menyengat tidak diperbolehkan masuk ke rangkaian.

Layanan baru ini diharapkan bisa memangkas biaya logistik, mempermudah distribusi komoditas, serta menggerakkan ekonomi masyarakat kecil di Banten. Pemerintah menilai hadirnya Kereta Petani dan Pedagang menjadi langkah awal dalam memperbaiki mobilitas niaga di wilayah tersebut. (red)

Berita Terkait
- Advertisment -
jasa pembuatan website

Terbaru