Kamis, Februari 5, 2026
BerandaBantenKrisis Dokter di Lebak: Puluhan Puskesmas dan RSUD Adjidarmo Masih Kekurangan Tenaga...

Krisis Dokter di Lebak: Puluhan Puskesmas dan RSUD Adjidarmo Masih Kekurangan Tenaga Medis

LEBAK – Kabupaten Lebak hingga kini masih menghadapi krisis tenaga kesehatan, terutama dokter umum dan dokter gigi di puskesmas, serta dokter spesialis di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat pelayanan kesehatan dasar masyarakat.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menunjukkan, saat ini terdapat kekurangan 38 dokter umum dan 53 dokter gigi yang dibutuhkan untuk memperkuat layanan di seluruh puskesmas. Sementara di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, rumah sakit rujukan utama di Lebak, masih kekurangan dokter spesialis, di antaranya spesialis bedah urologi, bedah saraf, dan forensik.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menegaskan bahwa pihaknya sudah berulang kali membuka formasi khusus tenaga kesehatan, baik melalui jalur ASN maupun PPPK. Namun sayangnya, formasi itu seringkali sepi peminat bahkan tidak dilamar sama sekali.

“Kami sudah menyampaikan kebutuhan tenaga medis ini kepada Kementerian Kesehatan. Kami berharap ada kebijakan afirmatif untuk daerah seperti Lebak yang secara geografis cukup luas dan masih berkembang,” ujar Endang, Sabtu (19/7/2025).

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, pun mengakui bahwa daerahnya masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter. Meski begitu, ia tetap menekankan pentingnya pelayanan prima oleh seluruh tenaga kesehatan yang saat ini sudah bertugas.

“Benar, kita masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama di puskesmas dan dokter spesialis di rumah sakit daerah. Tapi saya selalu tekankan agar para nakes tetap memberikan pelayanan terbaik dengan menerapkan prinsip 3S: Senyum, Sapa, Salam,” tegas Bupati Hasbi.

Menurutnya, pelayanan yang humanis dan profesional akan berdampak positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Lebih jauh, Bupati Hasbi juga mengajak para lulusan kedokteran dan tenaga kesehatan muda untuk tidak ragu mengabdi di daerah. “Bekerja di daerah bukan berarti tidak berkembang. Justru di sini, kesempatan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat sangat besar,” ujarnya.

Minimnya tenaga medis dinilai bisa berdampak pada terbatasnya layanan promotif, preventif, hingga kuratif di wilayah pelosok. Pemerintah Kabupaten Lebak berharap, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat melahirkan solusi nyata dalam memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga kesehatan, demi pelayanan kesehatan yang optimal untuk seluruh warga Lebak. (fra/red)

Berita Terkait
- Advertisment -
jasa pembuatan website

Terbaru