
SERANG, diksinews – Pemerintah Kabupaten Serang memaparkan sejumlah hasil pembangunan yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, ketenagakerjaan hingga infrastruktur saat daerah tersebut memasuki usia 500 tahun. Capaian itu antara lain fasilitasi jaminan kesehatan bagi 717.147 warga kurang mampu, pemberian beasiswa kepada ribuan siswa, serta rekonstruksi dan rehabilitasi jalan kabupaten sepanjang 68 kilometer.
Berbagai capaian tersebut disampaikan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026).
Dalam paparannya, Zakiyah menyampaikan bahwa pembangunan yang telah berjalan mencakup sejumlah kebutuhan dasar masyarakat. Di bidang kesehatan, sebanyak 717.147 warga kurang mampu telah difasilitasi jaminan kesehatan. Pemerintah daerah juga mencatat 559.770 jiwa telah memperoleh pelayanan cek kesehatan gratis.
Selain memperluas akses layanan kesehatan, Pemkab Serang merehabilitasi empat puskesmas dan membangun satu puskesmas. Program kesehatan tersebut disertai pendampingan ibu hamil, penguatan gizi, penanganan stunting serta upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Pada sektor pendidikan, pemerintah memberikan beasiswa kepada 1.866 siswa SD, 1.228 siswa SMP dan 253 guru. Insentif untuk 20.445 guru madrasah dan guru ngaji juga dinaikkan sebesar 50 persen.
Program tersebut diperkuat melalui revitalisasi sekolah, pelatihan baca tulis Al-Qur’an dan penyusunan kurikulum muatan lokal.
Capaian pembangunan juga terlihat dalam program pengentasan kemiskinan. Pemkab Serang menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif sebesar Rp2,5 juta per penerima kepada 1.396 warga. Selain itu, pemerintah memberikan 30 paket Kelompok Usaha Bersama dengan nilai Rp15 juta untuk setiap kelompok.
Penanganan rumah tidak layak huni juga terus dilakukan. Sebanyak 457 rumah ditangani sepanjang 2025 dan jumlahnya ditargetkan mencapai 2.400 rumah pada 2026.
Di bidang ketenagakerjaan, sebanyak 1.529 warga mengikuti pelatihan kerja berbasis kompetensi, pemagangan dan sertifikasi keterampilan. Sementara pelayanan pencari kerja dan penempatan tenaga kerja telah menjangkau 10.219 orang melalui bursa kerja dan pameran lowongan pekerjaan.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian lain dari pembangunan. Pemkab Serang memberikan pelatihan kepada 813 pelaku usaha mikro serta 652 pengurus dan pengawas Koperasi Desa Merah Putih yang berada di 326 desa.
Untuk masyarakat pesisir, dukungan diberikan kepada 55 kelompok nelayan. Pemerintah juga menggelar pelatihan budidaya ikan bagi 430 warga, memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 200 nelayan rentan, serta mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih di Domas.
Di sektor pariwisata, pengembangan sarana desa wisata dan kelompok sadar wisata dilakukan di 31 desa wisata.
Sementara dari sisi infrastruktur, Pemkab Serang mencatat rekonstruksi dan rehabilitasi jalan kabupaten sepanjang 68 kilometer serta rehabilitasi 13 jembatan.
Penerangan jalan umum diperluas di 20 kecamatan melalui pemasangan 555 titik baru dan pemeliharaan 1.025 unit lampu jalan. Untuk mendukung keselamatan transportasi, pemerintah juga memasang marka sepanjang 17.190 meter, 116 rambu lalu lintas dan penunjuk arah, serta 20 rambu pendahulu petunjuk jurusan.
Pada perlintasan kereta api, sebanyak 75 petugas ditempatkan di 15 lokasi. Pemerintah juga melakukan pengaturan lalu lintas di 21 titik rawan kemacetan.
Upaya pengelolaan lingkungan turut dilakukan melalui pembentukan 24 bank sampah baru dan satu bank sampah induk baru. Pemkab Serang juga menambah sembilan arm roll dan 64 kontainer. Di sisi lain, pemerintah mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi listrik, menata 10,06 hektare kawasan kumuh, melakukan normalisasi sungai dan penguatan tebing sungai, serta menangani penyediaan air bersih, air limbah dan drainase di 16 titik.
Sejumlah indikator makro pembangunan juga menunjukkan pergerakan positif pada 2025. Tingkat pengangguran terbuka turun 0,45 poin menjadi 8,73 persen. Angka kemiskinan turun 0,03 poin menjadi 4,48 persen dan tercatat sebagai angka terendah ketiga di Provinsi Banten.
Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Serang meningkat 0,82 poin menjadi 74,10. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi naik 0,35 poin hingga mencapai 5,52 persen.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, Ratu menilai masih ada pekerjaan yang harus dituntaskan.
Persoalan tersebut meliputi penurunan pengangguran, peningkatan kualitas pekerjaan, pengurangan kesenjangan antarwilayah, penanganan kemiskinan dan stunting, perluasan akses air bersih dan sanitasi, perbaikan transportasi hingga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Zakiyah juga menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih, terbuka, cepat dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, reformasi birokrasi harus terlihat dari pelayanan publik yang sederhana, penggunaan data yang akurat, tindak lanjut pengaduan masyarakat serta pengelolaan anggaran yang menjawab kebutuhan warga.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Setiap perangkat daerah harus bekerja lintas sektor, setiap kecamatan menjadi simpul koordinasi, setiap desa menjadi pusat pertumbuhan dan pelayanan, serta setiap rupiah anggaran dipertanggungjawabkan manfaatnya,” tegasnya.
Dalam momentum lima abad Kabupaten Serang, Zakiyah mendorong keterlibatan berbagai unsur dalam pembangunan, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media, bersama DPRD, Forkopimda, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat.
Ia juga memberi perhatian kepada generasi muda dan perempuan agar memiliki ruang yang lebih luas dalam pembangunan, termasuk melalui pengembangan usaha, keterampilan digital, akses pendidikan, kesehatan, perlindungan, penguatan ekonomi, kepemimpinan dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan.
Zakiyah menegaskan, capaian yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk memasuki tahap pembangunan berikutnya.
“Mari kita jadikan usia lima abad ini bukan sekadar perayaan, tetapi janji lintas generasi dan awal babak baru. Kita hormati warisan para pendahulu dengan kerja nyata hari ini, dan kita siapkan warisan terbaik bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang dapat memperkuat persatuan, gotong royong, pemerintahan yang bersih, kualitas pelayanan publik dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Serang bukan hanya sebuah wilayah. Kabupaten Serang adalah rumah besar kita bersama, dari Serang untuk Indonesia. Dari sejarah kita belajar. Dari kebersamaan kita bergerak. Dengan kerja nyata kita wujudkan perubahan,” ujarnya. (red)
























