Jumat, Agustus 21, 2026

HMP UGM Hadirkan Hotline Kekerasan Seksual dan Pendampingan Psikologis bagi Mahasiswa Pascasarjana

Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan program hotline kekerasan seksual (KS) sebagai bentuk kepedulian dan upaya membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan ramah bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan.

Program ini dihadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan akses awal terhadap informasi, pengaduan, serta pendampingan ketika menghadapi persoalan kekerasan seksual maupun permasalahan lain yang berdampak pada kehidupan akademik dan keseharian mahasiswa.

Tidak hanya menyediakan hotline kekerasan seksual, HMP juga menghadirkan layanan pendampingan bersama psikolog profesional tersertifikasi. Kehadiran tenaga profesional tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih tepat bagi mahasiswa yang membutuhkan ruang untuk bercerita, berkonsultasi, maupun memperoleh pendampingan psikologis.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM, Norol Latifah, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya HMP untuk menghadirkan peran organisasi mahasiswa dalam menciptakan budaya kampus yang lebih ramah dan peduli terhadap kebutuhan mahasiswa.

“Kami mengadakan program ini semata untuk menghadirkan peran HMP dalam membangun budaya kampus yang ramah. Dalam perjalanannya, tentu ada mahasiswa yang membutuhkan pendampingan, baik karena menghadapi kasus kekerasan seksual maupun karena ingin bercerita mengenai persoalan akademik dan masalah lainnya. Karena itu, kami juga menghadirkan profesional psikolog tersertifikasi,” ujar Norol Latifah.

Menurutnya, keberadaan layanan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai respons terhadap kasus kekerasan seksual, tetapi juga sebagai bentuk dukungan bagi mahasiswa yang membutuhkan ruang aman untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi.

Norol berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi mahasiswa Pascasarjana UGM dan berkembang menjadi ruang advokasi yang mampu memberikan rasa aman serta memastikan mahasiswa merasa tidak menghadapi persoalannya seorang diri.

“Harapannya, program ini bisa memberikan dampak dan menjadi lembaga atau ruang advokasi yang memberikan rasa aman dan rasa bahwa ada yang hadir dan mendampingi ketika mahasiswa membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Melalui program tersebut, HMP Pascasarjana UGM berupaya memperkuat perannya bukan hanya sebagai wadah pengembangan akademik dan organisasi mahasiswa, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kampus yang memberikan perhatian terhadap keamanan, kesejahteraan, dan kebutuhan psikologis mahasiswa. (rls)

Berita Terkait
- Advertisment -
jasa pembuatan website

Terbaru